
Apabila Anda pengguna komputer awam, mungkin pernah mendengar tentang kegagalan BIOS, UEFI, atau papan motherboard Dual BIOS, Anda mungkin akan bertanya apa arti dari istilah ini. Apa itu pengertian BIOS yang terdengar asing di pengguna awam? Apa yang dilakukan BIOS? Selain itu, apa itu UEFI dan apa bedanya dengan BIOS? Apakah ini penting untuk pengoperasian komputer. Penjelasan-nya dapat Anda ketahui dalam artikel ini.

Foto ASUS BIOS Dari Website ASUS
Pengertian BIOS Pada Komputer
Apa yang dimaksud dengan BIOS? BIOS merupakan singkatan dari Basic Input/Output System. BIOS dan UEFI merupakan perangkat lunak tingkat rendah, lebih tepatnya perangkat lunak pertama yang akan dijalankan saat Anda menghidupkan komputer.
Untuk penjelasan mengenai pengertian perangkat lunak tingkat rendah, Anda harus mengetahui bahwa aplikasi yang biasa Anda gunakan di komputer, seperti browser, pemutar media, atau office, semuanya merupakan perangkat lunak tingkat tinggi karena berinteraksi langsung dengan sistem operasi.
Sistem operasi dianggap sebagai perangkat lunak tingkat menengah, karena berinteraksi dengan perangkat lunak tingkat tinggi, serta langsung dengan komponen perangkat keras melalui driver dan BIOS.
Dengan kata lain, BIOS adalah perangkat lunak tingkat rendah karena secara langsung mengontrol cara kerja komponen perangkat keras di dalam komputer. BIOS menyediakan layanan untuk mengkonfigurasi pengaturan komponen perangkat keras di dalam komputer, dan juga untuk mendapatkan informasi langsung dari bagian-bagian perangkat keras tersebut.
Misalnya, baik pengguna maupun aplikasi yang diinstall pada komputer dapat mengidentifikasi kecepatan rotasi pendinginan di dalam casing komputer atau suhu beberapa komponen, seperti pada prosesor atau kartu video grafis.
BIOS ditemukan pada tahun 1975 oleh seorang ilmuwan komputer bernama Gary Arlen Kildall. Sebelum BIOS muncul, sistem operasi merupakan perangkat lunak pertama yang berjalan saat komputer dimulai. Berarti bahwa komputer hanya dapat menjalankan sistem operasi bawaan.
Sehingga, kegagalan sistem operasi akan merusak komputer dimana ia dijalankan, karena tidak ada perangkat lunak lain yang dapat memperbaikinya dikarenakan tidak bisa berjalan sebelum sistem operasi. BIOS memberikan fleksibilitas lebih, sehingga pengguna dapat menginstall sistem operasi yang diinginkan atau memperbaiki sistem operasi apabila terjadi kesalahan atau error.
Mengapa BIOS Diperlukan
BIOS sangat penting untuk pengujian perangkat keras pada komputer karena menginisialisasi dan menguji komponen perangkat keras sistem saat booting komputer dan menyediakan tampilan antarmuka bagi sistem operasi untuk berinteraksi dengan perangkat keras. Dan memastikan bahwa semua komponen perangkat keras berfungsi dengan baik sebelum diserahkan kendali-nya ke sistem operasi.
Apa Saja Yang Dikerjakan Oleh BIOS
BIOS melakukan beberapa tugas utama di antaranya:
– Power-On Self-Test (POST), BIOS akan memeriksa komponen perangkat keras seperti RAM/memori, CPU, dan perangkat penyimpanan untuk memastikannya berfungsi dengan benar.
– Memuat sistem operasi, BIOS bertugas menemukan dan mencari sistem operasi dan memberikannya kontrol.
– Pengaturan utilitas tambahan, BIOS memberi pengguna kemampuan untuk mengkonfigurasi pengaturan perangkat keras seperti waktu sistem, urutan booting, dan konfigurasi perangkat keras.
BIOS merupakan program kecil dengan ukuran sekitar 16 MB. Seperti yag telah dijelaskan diatas, BIOS berisi antarmuka pengguna (Setup Utility), di mana pengguna dapat mengkonfigurasi pengaturan perangkat keras. BIOS komputer dapat memberi Anda akses ke banyak pengaturan yang dapat disesuaikan.
Laptop atau tablet biasanya telah dilengkapi dengan BIOS minimalis, di mana pengguna hanya dapat mengatur waktu dan beberapa pengaturan lain seperti urutan booting. BIOS pada motherboard yang lebih canggih seperti pada komputer gaming, bisa lebih kompleks pengaturan dan fitur-nya.
Pada motherboard gaming, BIOS menyertakan cara untuk mengkonfigurasi clock dan tegangan prosesor (CPU), latensi RAM, kecepatan PCI Express, dan sebagainya.
Mengkonfigurasi pengaturan lanjutan di BIOS bisa menjadi pilihan yang salah besar apabila Anda tidak mengetahui apa yang harus dilakukan. Menetapkan nilai yang salah dapat membuat sistem tidak bisa di-booting karena komponen perangkat keras memiliki keterbatasan, nilai angka yang berada di atas atau di bawah dari yang didukung dapat menghentikannya bekerja dengan seharusnya.
Contohnya yaitu anda meminta prosesor untuk bekerja pada frekuensi lebih tinggi dari batas maksimum yang didukung dapat membuatnya terlalu panas secara instan, sehingga membuat komputer akan mengalami restart sistem terus menerus.
Apabila ingin memastikan perangkat keras aman, Anda harus mengubah pengaturan BIOS hanya setelah membaca panduan manual sistem, dan Anda harus yakin telah mengetahui batas bagian perangkat kerasnya.
Tugas lainnya yang harus ditangani BIOS yaitu menyimpan pengaturan konfigurasi saat sistem dimatikan. Untuk melakukan ini, BIOS memiliki memori CMOS berukuran kecil mudah menguap yang ditenagai oleh baterai. Istilah CMOS merupakan singkatan dari Complementary Metal–Oxide–Semiconductor, dan mewakili proses teknologi digunakan untuk membuat chip memori. Pada komputer, CMOS merupakan chip memori yang menyimpan pengaturan perangkat keras BIOS motherboard.
Jika baterai chip memori CMOS mati dan tidak dapat lagi menyediakan energi, BIOS tidak memiliki pilihan selain menggunakan pengaturan default bawaan dari pabrik, karena BIOS tidak dapat menyimpan dan mengingat pengaturan khusus yang telah dibuat sebelumnya.
Apa Itu UEFI, Apa Artinya
UEFI merupakan singkatan dari Unified Extensible Firmware Interface, Anda dapat melihatnya sebagai BIOS modern dengan memiliki lebih banyak fitur. UEFI BIOS memiliki yang sama dengan BIOS versi sebelumnya, akan tetapi juga memiliki lebih banyak fitur seperti kriptografi atau diagnostik jarak jauh untuk perbaikan komputer, bahkan jika tidak ada sistem operasi yang diinstal sekalipun.

UEFI BIOS Pada Motherboard ASUS PRIME Z490-A, Gambar Dari ASUS Website
UEFI BIOS ditemukan oleh Intel dan pertama kali dirilis pada tahun 2005. UEFI menjadi populer selama beberapa tahun terakhir karena sistem operasi modern seperti Windows 10 telah memberikan dukungan untuk BIOS versi ini. Saat ini, UEFI adalah persyaratan sistem wajib untuk Windows 11, dan tanpanya Anda tidak dapat menggunakan sistem operasi ini.
Apa Perbedaan Antara UEFI Dan BIOS
Perbedaan terpenting antara BIOS biasa dan firmware UEFI saat ini yaitu UEFI memiliki antarmuka tampilan grafis, sedangkan BIOS hanya berbasis teks.
UEFI menawarkan tampilan antarmuka grafis di mana Anda juga bisa menggunakan mouse untuk menavigasi melalui pengaturan, BIOS biasanya hanya menyediakan antarmuka berbasis teks di mana Anda harus menggunakan keyboard untuk berpindah dari satu menu ke menu lainnya.
Selain itu, juga terdapat kesamaan seperti BIOS versi lama, antarmuka UEFI dapat disesuaikan oleh produsen motherboard. Pada tablet dan laptop, UEFI biasanya hanya menampilkan beberapa pilihan penyesuaian. Contohnya, pada gambar di bawah ini, Anda dapat melihat tampilan UEFI BIOS pada Motherboard ASUS PRIME Z490-A.

Pada komputer desktop, terutama yang dibuat untuk bermain game, UEFI memberikan lebih banyak pilihan penyesuaian dan informasi mengenai sistem.
UEFI Memberikan Keamanan Yang Lebih Baik Daripada BIOS
UEFI menggabungkan beberapa fitur keamanan yang dibuat untuk melindungi sistem dari serangan berbahaya dan perangkat lunak ilegal. Salah satu yang paling penting adalah Secure Boot, memastikan bahwa hanya perangkat lunak terpercaya yang telah ditandatangani oleh vendor resmi dapat berjalan selama sistem booting.
Membantu mencegah malware selama startup dan mengurangi risiko ancaman seperti rootkit dibandingkan dengan sistem BIOS.
UEFI Mendukung Drive Yang Lebih Besar Dibandingkan Dengan BIOS
Keuntungan penting lainnya dari UEFI versus BIOS adalah kemampuan untuk mendukung hard disk berukuran lebih besar. BIOS terbatas pada membaca hard disk hanya sampai 2 TB saja, sedangkan UEFI dapat menangani disk yang jauh lebih besar dari 2 TB.
BIOS Tidak Memiliki Alat Diagnostik Seperti UEFI
Dibandingkan dengan BIOS, UEFI memberikan tool canggih diagnostik dan perbaikan. Misalnya, UEFI dapat menjalankan utilitas pra-boot untuk menjalankan pengujian perangkat keras, memperbarui firmware, dan mengelola konfigurasi sistem tanpa harus melakukan booting ke sistem operasi.
Waktu Boot Yang Lebih Cepat Dengan UEFI daripada BIOS
Keuntungan signifikan lainnya dari UEFI dibandingkan BIOS biasa adalah kemampuannya untuk membuat komputer booting lebih cepat. Dibandingkan dengan BIOS, proses UEFI lebih efisien, mengarah ke waktu boot yang jauh lebih cepat.
Selain itu, banyak sistem UEFI menyertakan pilihan Fast Boot yang mengurangi atau melewatkan sepenuhnya beberapa pemeriksaan perangkat keras dan pengujian memori tidak penting yang berlebihan saat Anda me-reboot sistem.
Cara Mengakses Dan Menggunakan UEFI Atau BIOS
Mengakses UEFI atau BIOS biasanya dengan menekan tombol tertentu (Del atau F2) pada keyboard selama proses booting komputer. Namun, terdapat pilihan lain untuk melakukannya, termasuk dari Windows.
Mengenai cara menggunakan UEFI/BIOS, jawabannya lebih rumit. Di dalam utilitas pengaturan UEFI atau BIOS, Anda dapat menyesuaikan berbagai pengaturan perangkat keras, tetapi antarmuka pengguna bisa berbeda dari satu perangkat ke perangkat lainnya, dan pengaturan juga dapat memiliki nama berbeda dari satu komputer ke komputer lainnya.
Untuk mendapatkan bantuan dalam navigasi BIOS atau UEFI beserta fungsi dan fiturnya, lihat pada panduan pengguna pada perangkat Anda. Biasanya ditemukan secara online dalam format filr PDF pada halaman website resmi dukungan produsen.
Namun, berhati-hatilah saat mengubah pengaturan di UEFI atau BIOS, karena pengaturan yang salah dapat membuat sistem Anda tidak dapat di-boot.
Komputer Saya Menggunakan BIOS Atau UEFI
Cara mudah untuk mengetahui apakah sistem Anda menggunakan BIOS atau UEFI adalah dengan membuka aplikasi Informasi Sistem. Di bagian Ringkasan Sistem, cari bidang Mode BIOS.
Anda juga bisa mengakses pengaturan firmware selama startup. Pengaturan UEFI sering kali menampilkan antarmuka grafis yang dapat dinavigasi dengan mouse, tidak hanya dengan keyboard, sedangkan pengaturan BIOS tidak bisa menggunakan mouse.
Bisakah Komputer Booting Tanpa UEFI Atau BIOS?
Tugas paling penting yang harus ditangani UEFI dan BIOS adalah melakukan transisi dari gerakan mekanis, seperti menyentuh tombol daya di komputer, ke tingkat lebih abstrak, seperti menampilkan logo sistem operasi di layar. Artinya saat menyalakan sistem, UEFI atau BIOS adalah program pertama yang dijalankan.
Tugas UEFI / BIOS adalah memulai pendingin CPU, memeriksa tingkat daya, menjalankan beberapa tes cepat untuk menilai kesehatan perangkat keras sistem Anda, memuat driver untuk komponen perangkat keras penting, dan kemudian mulai mem-boot sistem operasi. Jika terdapat kegagalan selama proses ini, UEFI/BIOS akan menampilkan pesan kesalahan dari sistem.
Tahukah Anda Bahwa Beberapa Motherboard Memiliki Dual UEFI/BIOS
UEFI / BIOS disimpan pada chip memori hanya-baca yang terletak di motherboard. Sayangnya, jika chip memori gagal, UEFI/BIOS tidak dapat dimuat lagi, sehingga motherboard tidak dapat digunakan.
Itulah sebabnya beberapa produsen motherboard sekarang menggunakan konfigurasi Dual UEFI atau Dual BIOS pada motherboard mereka. UEFI / BIOS ganda berarti ada dua chip untuk disimpan, satu untuk UEFI / BIOS utama dan satu untuk salinan atau cadangan.




